Alamat
Jl. Magelang KM 7,8 Lt. 2 Mlati Tegal
Sendangadi, Mlati, Sleman, DIY
Jam Kerja
Senin - Sabtu : 07.00 - 21.30
Minggu & Hari Libur : 07.00 - 21.30
Lebaran : Libur

Tanpa aki yang berfungsi baik, mobil Sobat AIS Aki tidak akan bisa menyala, lampu tidak bekerja, hingga fitur elektronik lain seperti audio atau AC menjadi tak berguna.
Sayangnya, banyak pengendara yang belum memahami cara mengecas aki mobil dengan benar.
Kesalahan seperti penggunaan alat yang tidak sesuai, langkah charging yang terburu-buru, atau mengabaikan indikator teknis justru bisa memperpendek umur aki, merusak komponen lain, bahkan membahayakan keselamatan.
Disini kami akan menjelaskan langkah-langkah untuk mengecas aki mobil, mulai dari persiapan alat, teknik pengisian, hingga tips perawatan pasca-charging. Yuk disimak.
Sebelum mempelajari cara mengecas aki mobil, sobat AIS Aki perlu memahami jenis-jenis aki yang umum digunakan. Berikut adalah beberapa jenis aki mobil yang perlu Sobat AIS ketahui:
Aki basah adalah jenis aki konvensional yang paling umum digunakan. Aki ini menggunakan cairan elektrolit (asam sulfat dan air) sebagai media penghantar listrik. Kelebihan aki basah adalah harganya yang relatif murah dan mudah ditemukan.
Namun, aki ini memerlukan perawatan rutin seperti mengecek dan mengisi ulang cairan elektrolit secara berkala.
Aki kering sering disebut sebagai aki bebas perawatan karena tidak memerlukan pengecekan atau pengisian cairan elektrolit. Aki ini memiliki desain tertutup rapat sehingga lebih aman dari tumpahan cairan.
Meskipun harganya lebih mahal dibanding aki basah, aki kering cocok untuk pengendara yang menginginkan kemudahan tanpa repot perawatan rutin.
Aki hybrid merupakan kombinasi antara aki basah dan aki kering. Aki ini memerlukan sedikit perawatan, seperti pengecekan cairan elektrolit secara berkala, tetapi tidak sesering aki basah. Aki hybrid biasanya lebih tahan lama dan cocok untuk mobil dengan kebutuhan listrik menengah.
Memahami jenis aki mobil sangat penting bagi sobat AIS Aki karena setiap jenis memiliki cara perawatan dan pengisian yang berbeda.
Baca juga: Alasan Kenapa Aki Mobil Harus di Cas
Aki yang lemah atau hampir habis dayanya akan menunjukkan beberapa tanda sebelum benar-benar tidak bisa digunakan. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal dapat membantu kamu menghindari masalah di jalan dan memastikan mobil tetap dalam kondisi prima. Berikut beberapa tanda bahwa aki mobil perlu segera dicas:
Salah satu indikasi paling jelas bahwa aki mulai melemah adalah mesin yang sulit dinyalakan. Jika Sobat AIS Aki mendengar suara “ceklek-ceklek” saat menyalakan mobil atau perlu beberapa kali mencoba sebelum mesin menyala, itu bisa jadi tanda aki mulai kehilangan daya.
Aki yang lemah tidak mampu menyuplai daya listrik dengan optimal. Akibatnya, lampu depan dan lampu indikator di dashboard menjadi redup atau tidak seterang biasanya. Jika Sobat AIS Aki melihat perubahan intensitas cahaya, terutama saat mesin belum dinyalakan, itu bisa menjadi tanda aki mulai melemah.
Klakson yang biasanya berbunyi nyaring bisa terdengar lebih pelan atau bahkan patah-patah jika aki mobil mulai kehabisan daya. Ini karena klakson juga bergantung pada daya listrik dari aki untuk berfungsi dengan baik.
Sebagian besar mobil modern dilengkapi dengan lampu indikator aki di dashboard. Jika lampu ini menyala saat mobil sedang berjalan, itu menandakan ada masalah dengan sistem kelistrikan, termasuk aki yang mulai lemah dan butuh pengisian daya.
Perangkat seperti power window, AC, radio, dan layar infotainment bisa mulai bekerja lebih lambat atau bahkan mati saat aki melemah. Jika Sobat AIS Aki mengalami gangguan pada fitur-fitur ini, periksa kondisi aki sebelum masalah semakin parah.
Ketika kondisi aki sangat lemah atau rusak, terkadang akan tercium bau seperti telur busuk dari ruang mesin. Ini bisa disebabkan oleh kebocoran elektrolit atau aki yang mengalami overcharging. Jika Sobat AIS Aki mencium bau ini, segera periksa kondisi aki dan sistem kelistrikannya.
Rata-rata usia pakai aki mobil berkisar antara 2-4 tahun, tergantung pada jenis dan cara perawatannya. Jika aki sudah melewati masa tersebut dan mulai menunjukkan tanda-tanda di atas, kemungkinan besar perlu segera dicas atau diganti dengan yang baru.
Baca juga: Alasan kenapa aki mobil harus di cas
Perangkat utama yang digunakan untuk mengisi daya aki adalah charger aki. Ada dua jenis charger aki yang umum digunakan:
Charger ini memiliki fitur auto cut-off yang akan menghentikan pengisian daya ketika aki sudah penuh. Ini lebih aman dan menghindari risiko overcharging.
Charger ini mengharuskan pengguna untuk memantau proses pengecasan secara berkala. Jika tidak diawasi dengan baik, ada risiko aki mengalami overcharging dan rusak.
Jika aki mobil benar-benar habis dan Sobat AIS Aki butuh solusi cepat, kabel jumper dapat digunakan untuk menghidupkan mesin dengan bantuan aki mobil lain. Setelah mesin menyala, aki bisa dicas dengan alternator mobil atau menggunakan charger aki.
Untuk mencegah risiko terkena cairan elektrolit atau percikan listrik, sarung tangan berbahan karet dan kacamata pelindung sangat dianjurkan saat menangani aki mobil.
Alat ini digunakan untuk mengukur tegangan aki sebelum dan setelah pengecasan. Tegangan aki normal biasanya berada di sekitar 12,6V saat mesin mati dan 13,7V – 14,7V saat mesin hidup.
Jika perlu melepas aki dari mobil, Sobat AIS Aki mungkin memerlukan obeng dan kunci pas untuk membuka terminal aki dengan aman.
Untuk aki basah, pastikan air aki dalam kondisi cukup sebelum dicas. Jika air aki berada di bawah batas minimal, tambahkan air aki destilasi (bukan air aki zuur) sebelum mengecas.
Lap digunakan untuk membersihkan terminal aki dari debu atau kerak putih (korosi) yang bisa mengganggu koneksi listrik saat pengecasan.
Mengecas aki mobil harus dilakukan dengan cara yang benar untuk menghindari kerusakan dan risiko keselamatan. Berikut langkah-langkahnya:
✔ Pastikan mobil dalam kondisi mati → Matikan mesin dan semua perangkat listrik agar tidak ada aliran listrik saat pengecasan.
✔ Letakkan aki di tempat yang aman (jika perlu dilepas) → Jika ingin mengecas dengan lebih aman, lepas aki dari mobil dan letakkan di tempat dengan ventilasi baik untuk menghindari gas berbahaya.
1️. Hubungkan kabel charger ke terminal aki
2. Atur tegangan dan arus sesuai jenis aki
3. Pantau proses pengecasan hingga penuh
✔ Lepaskan kabel dengan aman → Cabut kabel negatif (-) dulu, lalu kabel positif (+).
✔ Pasang kembali aki ke mobil (jika dilepas sebelumnya) → Pastikan terminal bersih dari kotoran atau korosi sebelum dipasang.
✔ Uji coba menyalakan mobil → Hidupkan mesin dan periksa apakah mobil menyala normal tanpa kendala.
Jika mobil jarang dipakai, nyalakan mesin minimal 10-15 menit setiap hari untuk menjaga daya aki.
Jangan terlalu lama gunakan AC, lampu, atau radio dalam keadaan mesin mati agar aki tidak cepat habis.
Gunakan multimeter untuk memastikan tegangan aki tetap normal (12,6V saat mesin mati, 13,7V – 14,7V saat mesin hidup).
Hilangkan kotoran atau kerak putih (korosi) di terminal aki dengan sikat kawat dan air hangat agar koneksi tetap optimal.
Pastikan air aki berada di level yang cukup, gunakan air aki destilasi, bukan air zuur.
Jika mobil jarang digunakan, lakukan trickle charging secara berkala untuk mencegah aki soak.
Jika mobil akan ditinggal lebih dari 2 minggu, lepas kabel negatif (-) untuk mencegah aki kehilangan daya.
Jangan biarkan aki soak mengganggu aktivitas Sobat AIS Aki! AIS Aki hadir sebagai solusi terbaik untuk cas aki mobil dengan aman dan mudah digunakan.
Dengan fitur pengisian daya optimal dan perlindungan overcharging, AIS Aki cocok untuk berbagai jenis aki mobil, memastikan kendaraan Sobat AIS selalu siap kapan saja. Jika kamu ingin menjaga performa aki lebih lama tanpa repot, AIS Aki adalah pilihan tepat.
Jangan tunggu sampai mobil mogok, hubungi teknisi kami sekarang gratis ongkir ke lokasi.